19 November 2015

Kaidah Ke. 1 : Allah Dan Rasul-Nya Tidaklah Memerintahkan Sesuatu Kecuali Mendatangkan Maslahat

Kaidah Pertama :

الشَّارِعُ لاَ يَأْمُرُ إِلاَّ بِمَا مَصْلَحَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ وَلاَ يَنْهَى إِلاَّ عَمَّا مَفْسَدَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ

Allah Subhanahu wa Ta’ala Dan Rasul-Nya, Tidaklah Memerintahkan Sesuatu Kecuali Yang Murni Mendatangkan Maslahat Atau Maslahatnya Dominan. Dan Tidaklah Melarang Sesuatu Kecuali Perkara Yang Benar-Benar Rusak Atau Kerusakannya Dominan.



Kaidah ini mencakup seluruh syari'at agama ini. Tidak ada sedikitpun hukum syari'at yang keluar dari kaidah ini, baik yang berkait dengan pokok maupun cabang-cabang agama ini, juga berhubungan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’alamaupun yang berhubungan dengan hak para hamba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. [an-Nahl/16:90]. 

Tidak ada satu keadilan pun, juga ihsan (perbuatan baik) dan menjalin silaturahim yang terlupakan, kecuali semuanya telah diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam ayat yang mulia ini. Dan tidak ada sedikit pun kekejian dan kemungkaran yang berkait dengan hak-hak Allah Subahnahu wa Ta’ala, juga kezhaliman terhadap makhluk dalam masalah darah, harta, serta kehormatan mereka, kecuali semuanya telah dilarang oleh Allah Azza wa Jalla. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan para hamba-Nya agar memperhatikan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, memperhatikan kebaikan dan manfaatnya lalu melaksanakannya. Allah Azza wa Jalla juga mengingatkan agar memperhatikan keburukan dan bahaya yang terdapat dalam larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut, lalu menjauhinya. 

Demikian pula firman Allah Azza wa Jalla : 

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Katakanlah: "Rabbku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. [al-A'râf/7:29]. 

Ayat ini telah mengumpulkan pokok-pokok semua perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mengingatkan kebaikan perintah-perintah itu. Sebagaimana ayat selanjutnya menjelaskan pokok-pokok semua perkara yang diharamkan, dan memperingatkan akan kejelekannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : 

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".[al-A'râf/7:33]. 

Dalam ayat yang lain, tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar bersuci sebelum melaksanakan shalat, yaitu dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. [al-Mâidah/5:6].

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dua macam thaharah (bersuci). Yaitu thaharah dari hadats kecil dan hadats besar dengan menggunakan air. Dan jika tidak ada air atau karena sakit, maka bersuci dengan menggunakan debu. Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : 

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. [al-Mâidah/5 : 6]

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa perintah-perintah-Nya termasuk jajaran kenikmatan terbesar di dunia ini, dan berkaitan erat dengan nikmat-Nya nanti di akhirat. 

Perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang maslahatnya seratus persen dan larangan Allah dari sesuatu yang benar-benar rusak, dapat diketahui dari beberapa contoh berikut. 

Sebagian besar hukum-hukum dalam syari'at ini mempunyai kemaslahatan yang murni. Keimanan dan tauhid merupakan kemaslahatan yang murni, kemaslahatan untuk hati, ruh, badan, kehidupan dunia dan akhirat. Sedangkan kesyirikan dan kekufuran, bahaya dan mafsadatnya murni, yang menyebabkan keburukan bagi hati, badan, dunia, dan akhirat. 

Kejujuran maslahatnya murni, sedangkan kedustaan sebaliknya. Namun, jika ada maslahat yang lebih besar dari mafsadat yang ditimbulkan akibat kedustaan, seperti dusta dalam peperangan, atau dusta dalam rangka mendamaikan manusia, maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan rukhshah (keringanan) dalam masalah perbuatan dusta seperti ini, dikarenakan kebaikannya atau maslahatnya lebih dominan. 

Demikian pula, keadilan mempunyai maslahat yang murni; sedangkam kezhaliman, seluruhnya adalah mafsadat. Adapun perjudian dan minum khamr, mafsadat dan bahayanya lebih banyak daripada manfaatnya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mangharamkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا

Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". [al-Baqarah/2:219].

Jika ada maslahat-maslahat besar dari sebagaian perkara yang mengandung unsur perjudian, seperti mengambil hadiah lomba yang berasal dari uang pendaftaran peserta dalam lomba pacuan kuda, atau lomba memanah, maka hal demikian ini diperbolehkan. Karena lomba-lomba ini mendukung untuk penegakan bendera jihad. 

Adapun mempelajari sihir, maka sihir hanyalah mafsadat semata-mata. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ

Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. [al-Baqarah/2:102].

Demikian pula diharamkannya bangkai, darah, daging babi, dan semisalnya yang mengandung mafsadat dan bahaya. Jika maslahat yang besar mengalahkan mafsadat akibat mengkonsumsi makanan yang diharamkan ini, seperti untuk mempertahankan hidup, maka makanan haram ini boleh dikonsumsi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Mâidah/5:3].

Pokok dan kaidah syari'ah yang agung ini dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa ilmu-ilmu modern sekarang ini, serta berbagai penemuan baru yang bermanfaat bagi manusia dalam urusan agama dan dunia meraka, bisa digolongkan ke dalam perkara yang diperintahkan dan dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, sekaligus merupakan nikmat yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada para hamba-Nya; karena mengandung manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan sebagai sarana pendukung. 

Oleh karena itu, adanya telegram dengan berbagai jenisnya, industri-industri, penemuan-penemuan baru, hal-hal tersebut sangat sesuai dengan implementasi kaidah ini. Perkara-perkara ini, ada yang masuk kategori sesuatu yang diwajibkan, ada yang sunnah, dan ada yang mubah, sesuai dengan manfaat dan amal perbuatan yang dihasikannya. Sebagaimana perkara-perkara ini juga bisa dimasukkan dalam kaidah-kaidah syar'iyah lainnya yang merupakan turunan dari kaidah ini. 

(Sumber : al-Qawaa'id wa al-Ushul al-Jaami'ah wa al-Furuuq wa at-Taqaasiim al-Badi'at an-Naafi'at, karya Syaikh 'Abdur-Rahman bin Nashir as-Sa'di, Tahqiq: oleh Prof. Dr. Khalid bin 'Ali al-Musyaiqih, Cetakan Dar al-Wathan).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

17 December 2013

Jika Engkau Bijak Ingatlah Kematian

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.
Rasulullah bersabda,
 أكثروا ذكر هادم اللذات : الموت
Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan: (yaitu) kematian” [1].
Orang yang Bijak = Yang Mengingat Kematian
Seorang yang bijak tentu tidak akan terlena dengan kehidupan dunia karena dia sadar dunia ini fana dan hanya sementara. Dia tidak akan terlena dengan gemerlapnya dunia dan segala apa yang ada di dalamnya. Sebaliknya ia akan senantiasa ingat akhirat, tempat tinggalnya yang abadi kelak. Dengan demikian seorang yang bijak maka ia akan selalu ingat kematian.  Ibnu Umar berkata,
كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» ، قَالَ: فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ؟ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ
“Suatu ketika saya pernah bersama Rasulullah lalu datanglah seorang laki-laki dari kaum Anshar. Dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alahi wasallam lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, muslim manakah yang paling utama?” Rasulullah menjawab, “Yaitu yang paling baik akhlaqnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu muslim manakah yang paling bijak?” Rasulullah menjawab, “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk kehidupan yang berikutnya (setelah kematian). Mereka itulah orang-orang yang bijak” [2].
Betapa banyak kita dapati orang-orang yang ‘tidak bijak’. Dia tahu bahwa dirinya akan meninggalkan dunia ini tetapi dia kejar dunia ini mati-matian. Dia tahu bahwa dirinya akan menghadapi kehidupan akhirat tetapi dia lalai mempersiapkan bekal untuknya. Hal ini tidak lain karena dia lalai mengingat kematian.
Perkataan Salaf Seputar Kematian
Hasan Al Basri rahimahullah mengatakan, “Kematian telah menghinakan dunia. Tidaklah tersisa orang yang berdiam padanya rasa gembira. Tidaklah seorang hamba hatinya senantiasa mengingat kematian kecuali ia akan mengecilkan dunia dan menganggap remeh segala apa yang ada padanya”.
Syamith bin Ajlan mengatakan, “Barangsiapa menjadikan kematian di depan pandangan matanya maka ia tidak akan perduli dengan sempit atau luasnya dunia”.
Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Jika (engkau) mengingat orang-orang yang telah mati maka anggaplah dirimu salah satu dari mereka”.
Hendaknya kita sesekali masuk kuburan untuk mengingat kematian. Dengan mengingat kematian, hati kita tidak akan terikat dengan di dunia. Kita harus yakin bahwa kita akan berpisah dengan dunia ini dan segala apa yang kita cintai di dalamnya.
Jangan Berpanjang Angan
Jangan berpanjang angan-angan bahawa kematian masih lama menghampiri kita. Tidakkah kita sering meyaksikan seorang pemuda yang badannya segar bugar tiba-tiba meninggal dunia. Seorang yang badannya sihat wal afiyat di pagi hari tiba-tiba petangnya menjadi mayat yang terbujur kaku. Kematian boleh datang bila-bila masa sahaja. Hendaknya kita senantiasa bersiap untuk menghadapinya. Ingatlah kita di dunia ini hanya sementara dan kita harus menyiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, dia berkata,
أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي رضي الله عنه فقال – كن في الدنيا كأنك غريب , أو عابر سبيل – وكان ابن عمر رضي الله عنه يقول ” إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لمماتك
“Suatu saat Rasulullah memengang bahu saya, lalu beliau bersabda, “Jadilah di dunia ini seperti orang asing atau penyeberang jalan”. Ibnu Umar mengatakan, “Jika kamu di waktu petang maka jangan menunggu waktu subuh, jika kamu di waktu subuh jangan menunggu waktu petang. Gunakanlah kesihatanmu untuk masa sakitmu, gunakan kehidupanmu untuk kematianmu.” [3]
Ingatlah kematian dan jangan berpanjang angan! Seorang yang mengingat kematian tentu takut untuk berbuat maksiat. Bagaimana ia berbuat maksiat padahal dia sedar boleh jadi dia mati setelah itu atau bahkan pada saat itu juga. Seorang yang mengingat kematian tidak akan bosan dengan ibadah/amal yang dia lakukan. Dia akan berusaha memperbagus setiap ibadah/amal yang lakukan karena dia sedar bisa jadi itu adalah ibadah/amal terakhir sebelum kematiannya.
Terakhir, mari kita semak kisah menarik dari salafus saleh berikut ini tentang berpanjang angan. Dari Muhammad bin Abi Taubah, dia berkata, Ma’ruf (mengumadangkan) iqamat untuk sholat lalu berkata kepadaku, “Majulah (menjadi imam)!” Maka saya berkata, “Jika saya mengimami kalian kali ini maka saya tidak (bersedia) lagi mengimami lain kali.” Ma’ruf pun berkata, “Apakah jiwamu membisikkan bahwa kamu akan (dapat) shalat lagi? Kita berlindung kepada Allah dari berpanjang angan , sesungguhnya hal itu menghalangi dari amal yang terbaik.”
Disarikan dari Mukhtashar Minhajul Qashidin karya Ibnu Qudamah al Maqdisi rahimahullah.
Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 20 Dzulqa’dah 1434 H.
Catatan:
[1]    HR  Tirmidzi dan Nasa’I dari sahabat Abu Hurairah. Dishahihkan Ibnu Majah
[2]    HR Ibnu Majah 4259. Dihasankan syaikh Albani
[3]    HR Bukhari


p/s : dengan sedikit ubahan ke bahasa Malaysia. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.

20 November 2012

Kembali....

Bismillah...wal hamdulillah.

Segala puji bagi Allah yg telah memberikan kesempatan kepada aku untuk terus menarik dan menghembus nafas. Nikmat yang besar. Seringkali aku lupakan. Aku. Lupakan.

Sudah terlalu lama aku tak menulis di blog umum ini. Inilah, in shaa Allah permulaan untuk aku terus menulis kembali. In shaa Allah. Doakan aku istiqamah.

Aku sebenarnya lama berada dalam zon perang. Ya. Zon perang. Perang dengan hawa nafsuku, perang dengan kemahuan peribadiku. Zaman dan waktu perang yang sangat panjang. Memakan tenaga dan masa yang sangat banyak. Bahkan tidak sedikit waktunya aku kalah dalam peperangan tersebut.

Memerangi dan memagari hawa nafsu sungguh akan menjadi perang yang berterusan yang akan berlaku dalam diri manusia. Aku ingin sekali menjadi manusia yang seperti difirmankan Allah dalam al-Quran iaitu ;

"Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)" (asy-Syams 91:9)

Ya Allah, sesungguhnya Engkau-lah yang menggenggam diri ini, maka ya Allah, hamba ini yang hina memohon kepada-Mu yang memiliki kekuatan, memiliki kemuliaan dan memiliki belas kasihan dan kasih sayang. Kurniakan kepada hamba ketundukan hati, keteguhan iman, dan keistiqamahan amal. Ya Robb yang menguasai langit dan bumi, kekalkanlah hamba dalam keimanan kepada-Mu.

Allahumma aamin....

13 December 2011

Rahsia Manhaj Rabbani


1. Agama dan amanah

Rasulullah saw bersabda :

لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ (رواه أحمد والبيهقي)

“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak bisa memikul amanah, tidak sempurna agama seseorang yang tidak bisa dipegang janjinya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Sikap amanah dan tepat janji, adalah dua sifat yang saling berkaitan, apabila ada amanah pasti ada sikap menepati janji, jika satu sifat hilang maka hilang pula yang lain, seseorang dikatakan amanah apabila ia mampu menaepati janji dan ucapannya di hadapan orang lain, sebaliknya seseorang dikatakan menepati janji jika ia memiliki karakter amanah dalam dirinya.

Keduanya adalah sifat utama yang harus terbangun dalam kepribadian setiap muslim. Keduanya adalah sifat wajib yang punya kaitan erat dan langsung dengan keimanan muslim kepada Allah swt.

Pentingnya sifat ini dan wajibnya karakter ini bagi setiap muslim, karena Allah swt telah mewajibkan setiap hamba untuk beriman kepada-Nya dan beriman kepada hari penghitungan amal, surga dan neraka, agar hati mereka selalu dalam kondisi sadar dan yakin bahwa Allah pasti melihat dan memperhitungkan seluruh amal perbuatan mereka, apabila baik baiklah balasannya, apabila buruk amaka buruklah balasannya, sehingga hidup mereka selalu istiqamah dalam menapaki jalan yang lurus, atas dasar saling menasehati dan jauh dari sikap dhalim dan menipu.

Apabila kita menyatakan diri iman keada Allah dan rasul-Nya, yakin dengan hari akhir, lalu mengkhianati kepercayaan seseorang, menipu dan mencederai janji nya, maka sejatinya ada kontradiksi kepribadian dalam diri kita. Ketika hati kita yakin akan kebenaran iman kepada Allah, pasti kita merasa bahwa Allah menyaksikan dan membalas apa yang kita lakukan, sehingga menjadi penghalang utama bagi dosa-dosa yang mencelakakan kita.

Seseorang yang tidak membuat saudara muslimnya merasa aman dan percaya dari kata-kata yang ia dengar, hubungan yang jujur, hak dan harta yang ia percayakan keamanannya, musyawarah yang tulus, maka orang tersebut tidak jujur dalam imannya dan tidak jujur dalam memperlihatkan rasa takutnya kepada Allah swt.

Apalah artinya kita memperlihatkan keimanan kita kepada Allah, tenggelam dalam tasbih dan dzikir kepada-Nya, atau menjulangkan menara masjid ke angkasa raya, sementara hati kita kosong dari rasa khawatir dan takut akan siksa Allah yang membawa kita untuk bersikap amanah di antara kita, dan jujur dalam hubungan social.

Syariat Islam pada dasarnya membawa manusia menapaki jalan yang benar yang menjamin makna kebahagiaan bagi individu dan masyarakatnya. Betapa banyak orang yang mengambil agama ini hanya sebatas teks dan jauh dari penerapannya dalam kehidupan nyata.

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan masyarakat yang tidak memiliki sikap amanah dan tepat janji.

Masa depan masyarakat seperti ini akan suram dan berantakan, krisis kepercayaan melanda semua anggota masyarakat, setiap orang tidak pernah percaya dengan kata-kata yang ia dengar, bisnis yang dijajakan dan setiap nasehat yang diterimanya.

Masa depannya adalah setiap hubungan tidak ada yang murni dan membuka jalan bagi kebaikan dunia maupun akhirat, kalaupun itu terjadi maka hanya beberapa hari saja, kemudian lahirlah pengkhianatan dan penipuan antara satu denga yang lain, berantakanlah seluruh ikatan dan hati pun membara dengan api kedengkian dan kebencian, jauh dari semangat kerjasama dan cinta antara mereka.

Tersebutlah Muhammad bin al Munkadir ra, seorang pedagang jujur, tidaklah berkeliling selama berhari-hari di pasar-pasar dan pelosok perkampungan, mencari seorang badui yang telah membeli dari karyawannya barang dagangan dengan harga yang lebih tinggi dari harga bandrolnya, demi untuk mengembalikan sisa uang yang ia dapatkan karena kesalahan harga, kecuali karena didorong oleh rasa takut kepada Allah yang mengharu biru hatinya.

Para khalifah yang adil dan yang mengikuti mereka, tidak merasa aman dalam memberikan putusan di antara manusia, keculai jika rakyatnya memiliki iman kepada Allah dan merasakan pengawasan-Nya, berkembanglah rasa percaya dan kejujuran di antara mereka.

Dan tidak heran jika Rasulullah saw bersabda :
“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak bisa memikul amanah, tidak sempurna agama seseorang yang tidak bisa dipegang janjinya.”

(Bersambung, InsyaAllah)

28 June 2011

Seribu Bayangan

Kau masih menduga sehingga kini,
Andaiku bersenda dengan teka-teki.
Seribu bayangan aku gambarkan,
Namun masih kau tak mengerti.

Kita seringkali menduga-duga, apakah Allah menyayangi kita. Kerana kerapkali kita meminta tidak dapat kita lihat makbulnya, kerana kerapkali kita diuji dan dicuba terasa perit dihati dan di dada, kerana kerapkali kita terbelenggu aqal dan kata tiada jawaban yang dapat kita lontarkan.

Namun ikhwati Ilallah, Allah SWT telah menunjukkan kepada kita tanda-tanda kasih dan cinta Dia kepada kita. Selama kita hidup di muka dunia, tidak pernah lekang kasih dan cinta Allah kepada kita. Apakah kita sedarinya?

Mungkin kerana mata hati kita yang buta. Kerana pandangan mata hati yang tumpul dan terlumur dosa noda, membataskan pandangan kita pada kasih sayang Allah. Ikhwati Ilallah, tidakkah dapat kita perhatikan bahawa Allah sangat mencintai kita? Dengan segala apa yang berlaku, adalah pembuktian cinta-Nya kepada kita. Benar, atas segala apa yang berlaku adalah pembuktian bahawa Allah mencintai hamba-hamba-Nya.

Katakan kita ditimpa musibah, itu merupakan peringatan Allah kepada kita supaya kembali mengingati-Nya dan bermuhasabah diri. Kesusahan yang kita hadapi dalam hidup akan menyebabkan kita merasa kerdil dan rasa kebergantungan pada Allah menjadi lebih dalam. Kejadian yang menyedihkan akan memberikan kita sentuhan perasaan bahawa sehebat manapun manusia, namun segalanya adalah hak mutlak Allah sahaja. Ikhwati Ilallah, bukankah itu merupakan pembuktian rasa cinta daripada Sang Pencipta Cinta kepada kita para hamba-Nya? Ataukah hati kita masih buta dan samar dalam memahami hakikat cinta daripada Allah Subhanahu wa Taala.

Sedalamnya lautan tingginya bulan,
Bisa disentuh dengan pengetahuan,
Sepahitnya hempedu bisa ditelan,
Andai itulah penawarnya.

Ikhwati Ilallah, sungguh jalan menuju Allah itu amat sudah, sukar, penuh onak duri dan mehnah juga tribulasi. Penggunaan perkataan untuk menggambarkan bagaimana ujian dan cubaan dalam menapaki jalan menuju Allah tidak dapat menggambarkan kisah perjalanan yang sebenar. Namun ubat kepada kesusahan itu adalah dengan aqidah yang benar. Aqidah yang benar inilah yang akan memberikan kita penawar tika kaki kita sudah perit untuk melangkah. Aqidah yang benarlah yang akan menggerakkan kaki yang perit, menebalkan azam hati yang menipis, memaniskan perasaan yang kian tawar untuk terus istiqamah dan beristimrar di atas jalan Allah ini.

Baja kepada aqidah ini adalah ilmu. Ilmulah yang menjadi penyubur kepada aqidah yang benar tadi. Ilmulah yang akan memberikan tenaga dan momentum 'extra' untuk kita makin kuat, makin teguh dan makin melaju di atas jalan dakwah dan tarbiyah ini. Sehebat manapun kesusahan yang kita hadapi, namun sekiranya keyakinan kita bahawa syurga Allah menanti bagi orang yang taat, tsabat dan sabar dalam memperjuangkan dan berjihad di jalan Allah, maka semena-mena kesusahan itu berubah menjadi roti yang manis yang bersedia untuk kita telan. Ataupun menjadi air sejuk yang menjadi dambaan setiap musafir yang sesat diperjalanan. Itulah dia penawarnya. Seandainya kita mengerti maksud disebalik ujian yang berlaku...

Bukan sengaja aku merahsiakan cinta,
Namun curiga kau kan tersalah sangka,
Kerana kita rasa bangga bila dipuja,
Dan rasa keji bila dihina,

Kerana kita menolak segala bencana,
Dan asyik bergembira dengan nikmat-Nya,
Sedangkan semua ini adalah takdir-Nya,
Dan kita harus bersyukur sentiasa,

Manusia seringkali menginginkan sesuatu yang mudah, tidak kiralah apapun ianya yan mudah itu. Rezeki yang mudah, tugasan yang mudah, hidup yang mudah dan segala yang mudah-mudah belaka. Sesuatu yang mudah itu, akan memberikan kesan terhadap hati dan iman kita. Akan menyebabkan kita lalai dan leka dalam kehidupan yang segalanya mudah, senang, dan menyeronokkan. Namun kita benci dengan kesusahan. Benci dengan ujian. Sedangkan dengan ujian itulah yang akan mematangkan kita. Dengan ujian itulah yang akan menambahkan kesan pada hati dan memberikan impak positif pada perasaan. Dan dengan ujian itulah kita dapat mencatat suatu catatan yang berharga dalam diari kehidupan.

Ikhwati Ilallah, untuk hidup susah, manusia perlu belajar dan mempraktikkannya untuk mendapat pengalaman dan 'feel' hidup susah. Inilah persediaan kita sebagai seorang dai, yang siap untuk diperintahkan apa saja demi dakwah. Siap memenuhi apa saja tugasan demi dakwah. Rela mengorbankan harta bahkan jiwa sekiranya itu yang dituntut oleh dakwah. Namun ikhwati Ilallah, untuk hidup senang, manusia itu tak perlu belajar dan diajar. Kerana fitrah manusia itu sendiri yang akan menyesuaikan dirinya dengan kesenangan.

Bukannya teka-teki gurauan hati,
Sekadar melindung kasih yang tersembunyi,
Bukan mudah mencari kasih abadi,
Dalam terang ia sembunyi.....

Ikhwati Ilallah, sedarlah kita bahawa mardhatillah itu bukannya teka-teki, syurga dan neraka itu bukannya ilusi, buruk baik itu hakiki. Cuma, tidak terlihat oleh mata kita kerana ianya menjadi tawaran, ganjaran dan ujian kepada seluruh manusia jagat raya. Supaya kita mengingat Allah sentiasa, waspada dengan kemurkaan-Nya dan rindu akan pertemuan dengan-Nya. sungguh, syaitan akan membuka jalan gurauan dilaluan hidup kita, syaitan akan membuka jalan lain yang kelihatannya senang, manis, riang dan bahagia, namun terselindung disebalik semuanya adalah sengsara. Syaitan akan berusaha sedaya mungkin agar kita turut bersama dia terjerumus kelembah hina dan siksa - neraka.

Kerana itu ikhwati Ilallah, persiapkanlah diri dalam menghadapinya. Kencangkan ikatan iman kita kala menapak di jalan Allah. Gigitlah tali iman sekeras-kerasnya, gunalah gerahammu untuk memegang dan menggigitnya. Kerana jalan yang akan kita tapaki itu jauhnya tidak terkira, dalamnya tak terhingga, luasnya saujana mata, namun kenikmatannya tidak terhingga, bahagia bila mana bertemu Dia meluruhkan perit di dada. Sungguh jalan ini tidak mudah, namun penuh saadah.

Andainya kita mengetahui hakikat sebenarnya cinta Allah pada kita......

11 June 2011

ISLAM : Antara Isu Melayu Dan Kualiti

Pada minggu ni, ii antara komen yang menarik untuk aku bahaskan pada semua. Komen ini aku dapatkan daripada buku muka seorang Ustaz. Dia mengeluarkan suatu kenyataan, kemudian direspon oleh rakan-rakan yg lain dalam buku muka-nya dan akhirnya terpacullah isu berkenaan orang Melayu. Ada pro & kontranya. Jadi, mari kita analisis bersama.

"Syubhat musyrikin, Kami tidak menyembah berhala tetapi sekadar menjadikannya perantara kami dengan Allah. Termasuklah syubhat juga Kami tidak menolak poligami tetapi kami yakin suami kami tidak mampu ! Ingatlah mengharamkan apa yang halal samalah dengan syirik " (X)

"KAlau Melayu teruk, apa hasil dari Melayu pun teruk...jangankan poligami..kahwin, belajar dan mendidik anak-anak pun teruk.." (X)

"Saya Melayu dan saya Muslim yg baik... jgn selalu mendowngradekn bangsa sendiri. Melayu yg kita tgk teruk tu sbb depa2 ni yg terpapar di muka2 akhbar n media.. yg baik2 dan soleh2 x de plak nk dihebah2kan..." (Y)

"Prof Ungku Aziz pun mengakui bahawa orang Melayu kita teruk dan perlu dipaksa untuk berubah pemikirannya ke arah yg lebih baik. Apa pun Ust, usaha nak mengubah orang Islam Melayu ini sangat payah dan mencabar, kerana dah lama sangat hidup ditipu penjajah dgn segala bentuk yg nampak senang, jadi nak berubah pun depa payah sebab nak kena mujahadah menghadapi kesusahan. Bagi yg berjaya, anda adalah org Islam Melayu baru, bukan Islam Melayu yg dididik penjajah." (Z)

Aku terpanggil untuk menulis berkenaan isu ini. Kerana, dalam keghairahan sesetengah manusia untuk bangkit menjelaskan kelemahan dan kebobrokan orang Melayu (pent: dibaca bersama Islam), terdapat juga sesetengah manusia yang menyanggah pernyataan-pernyataan tersebut. Jadinya bagaimana?

Pertama kalinya, mari kita selami, apakah benar permasalahan yang dibangkitkan sesetengah pihak berkenaan dengan Melayu ? Ataukah, mereka hanya sekadar mengungkapkan keburukan orang Melayu.Ataukah memang orang Melayu kini sudah berada di satu tahap yang amat membanggakan sehingga sebarang pernyataan mengungkapkan keburukan dan bebobrokan orang Melayu itu sekadar fitnah yang ingin 'mendowngrade' kan orang Melayu ?

Ikhwati Ilallah.

Aku berpendapat (pandangan peribadi), sepatutnya, sebarang konotasi negatif yang disampaikan oleh sebarang medium (akhbar, radio, internet, individu) berkenaan orang Melayu sepatutnya dipandang secara positif. Ini kerana, sebarang pernyataan itu perlu dianalisis secara mendalam untuk kemudiannya diusahakan sebarang tindakan susulan. Kalau difikirkan, mengapa sesuatu kenyataan itu dikeluarkan, aku kira kerana dua sebab. Pertamanya kerana prihatin dengan keadaan yang melanda umat Melayu pada masa sekarang. Keduanya kerana dengki dengan apa yang diperoleh oleh umat Melayu. Yang mana yang betul dan yang mana yang salah akan kita siasat di perenggan seterusnya insyaAllah.

Jadi selepas melihat pernyataan yang dikeluarkan (tidak kiralah daripada mana-mana sumber sekalipun), mari kita selami, apakah benar suara-suara yang berbunyi itu ? Untuk lebih adil, maka perlulah kita menggunakan dalil dan fakta yang tersedia dalam saluran yang kita ada. Walaupun tak perlu menggunakan fakta dan nombor (facts and number), kerana realiti yang ada begitu jelas, namun perlu juga kita gunakan fakta dan nombor itu untuk membuka mata pihak-pihak yang terlibat.

Baru-baru ini heboh diperkatakan berkenaan dgn Kelab Isteri Taat. Fakta yag dikeluarkan sangat membimbangkan iaitu perceraian pada kadar setiap 15 minit dan kelahiran anak zina/tidak sah taraf pada kadar setiap 17 minit.

Kadar penagihan narkotik orang selain Melayu adalah pada kadar 15%-20% dan selebihnya adalah orang-orang lain (tak taulah org mana nih -pinjam perkataan Datuk Paduka Husam Musa ). Kadar keciciran pendidikan, kadar masalah sosial, kadar jenayah, kadar ponteng sekolah, kadar mengular waktu kerja, kadar...kadar...kadar...

Semuanya menunjukkan bahawa orang Melayu menjuarai semuanya. Dan ini menunjukkan apa ? Angka sebegini menunjukkan orang Melayu sedang menuju kepada kehancuran akidah, keruntuhan nilai dan kecairan peribadi.

Jadi, apakah pernyataan berkenaan kebobrokan dan keruntuhan nilai orang Melayu itu fitnah dan memburuk-burukkan orang Melayu ? Aku tak fikir begitu. Tapi apakah tiada orang Melayu yang baik dan berkualiti tinggi? Ya mengapa tidak, dalam setandan kelapa tidak semuanya 'dimakan bulan' (rosak). Namun fakta menunjukkan orang Melayu yang sakit jauh lebih ramai daripada orang Melayu yang baik dan berkualiti tinggi ini. Bukan sekadar retorik, tetapi inilah dianya kenyataan pahit yang harus kita telan bersama. Kerana aku juga orang Melayu.

Apa yang paling penting sekarang, bukan siapa paling benar dalam mengeluarkan kenyataan. Tetapi apa yang kita perbuatkan untuk mengubah lanskap orang Melayu itu sendiri. Bukan dengan berpolitik, bukan dengan berseminar, berkertas-kerja, berceramah dan segala yang seumpamanya. Tetapi dengan ISLAM. Ya dengan ISLAM. Dengan TARBIYAH QUR'ANIYAH, melalui siraman ruhaniyyah dan jasmaniyyah dengan air ke-ISLAM-an lah yang layu akan kembali segar, yang kuning akan kembali menghijau, yang lemah akan menggoncang dunia.

Tanpa ISLAM, lupakan segala yang indah-indah yang telah digapai para pendahulu yang sholeh. Jadi, cukuplah berkata-kata, marilah berbuat semampu mungkin, sehingga habis segenap daya upaya kita bangkitkan ISLAM, dalam tubuh ummat Islam, tidak kiralah dia itu Melayu, Cina, India atau Eskimo sekalipun. Asalkan dia ISLAm, maka menjadi tanggungjawab kita untuk bangkit, menyeru, menyedarkan dan melakukan perubahan.

p/s : Saya lebih bangga dengan ke-ISLAM-an berbanding sesetengah orang Islam yang bangga dengan ke-Melayu-an-nya.

01 June 2011

Buat Yang Paling Aku Sayangi.....

Buat diri yang aku sayangi,
Buat diri yang menjadi pakaianku,
Buat diri yang menjadi ibu kepada anak-anakku,
Buat diri yang rela bersengkang mata untukku,
Buat diri yang menjadi pengingat pada ku tika aku lupa,
Buat diri yang tidak jemu mendoakan kebaikan dan kejayaanku,
Buat diri yang selalu mengejutkanku untuk bangun bertahajud,
Buat diri yang menguatkanku tika aku lemah
Buat isteri yang aku cintai kerana Allah, Rasul dan Jihad...

"SELAMAT HARI LAHIR"

Semoga dengan bertambahnya umurmu, akan bertambah jua kesungguhanmu untuk menggapai syurga Allah, akan bertambah lagi keikhlasanmu untuk memberikan khidmat kepada Allah, Rasul, Dakwah, Jihad dan suamimu, akan bertambah lagi kesabaranmu dalam menempuh kehidupan yang punya seribu satu ragam dan mehnah,akan bertambah lagi kasihmu pada binaan halaqahmu, mad'u dakwahmu dan ikhwah akhowat seperjuangan, akan bertambah peka hatimu pada keprihatinan umat ini, dan yang paling penting makin kukuh dan tsabat dirimu dalam JALAN DAKWAH ILALLAH INI.....

Daripada suamimu.....
AAM

03 January 2011

Tahun Baru Masihi....


Assalamua'laikm WBT.

Alhamdulillahi robbil 'alamiin, assholatu wassalamu 'ala Rasulillah, wa 'ala aalihi wa shohbihi ajmain.

Amma ba'du,

Akhirnya hadir juga tahun baru masihi Januari 2011. Selepas setahun berlalu, kita bertemu dengan Januari 2010, selepas pelbagai sepak terjang kehidupan kita hadapi di tahun 2010, selepas kita bergelut dengan kepayahan dalam kenikmatan di tahun 2010, selepas kita berjuang dengan air mata dan darah untuk kembali menghidupkan dakwah yang telah terpukul badai di tahun 2009-2010, selepas kita menikmati pelbagai kisah suka dan duka perjalanan dakwah ikhwah akhowat di tahun 2010.

Maka sekarang, Allah SWT kembali memberikan kepada kita buku tulis baru untuk 2011. Allah SWT memberikan kita diari baru untuk 2011. Allah memberikan kita pena baru untuk 2011, selepas pena yang lepas kehabisan tintanya. Allah memberikan kepada kita juga jurutulis-jurutulis baru untuk tahun 2011, untuk menuliskan keberadaan mereka - darah-darah baru dalam dunia dakwah disamping jurutulis-jurutulis lama yang bersiap-siaga untuk terus menulis dengan tinta darah perjalanan kehidupan mereka di atas jalan dakwah.

Kini, ikhwah akhowat sekalian, ayuh pergunakan buku baru yang Allah berikan untuk kita. Ayuh meng-optimal-kan diari baru untuk kita tulis kisah-kisah baru untuk tatapan mujahid-mujahidah akan datang dalam dunia dakwah. Ayuh gunakan tinta darah dan pena untuk kita nukilkan atas warkah sejarah akan perjuangan kita. Kerana tahun baru ini terbentang seribu satu peluang untuk kita meningkatkan militansi dakwah kita. Kerana pada tahun baru ini, nafas masih lagi Allah berikan pada kita supaya kita menambahkan amal-amal kita sebelum ditarik pinjaman nafas ini.

Ayuh, tinggalkan keraguan, jangan tersibukkan dengan hal yang tidak penting, bangkitkan semangat dan militansi dalam berdakwah. Dan yakinlah bahawa Allah, pasti akan memberikan bantuan dan petunjuk-Nya, untuk membimbing kita mendapatkan kejayaan yang hakiki.

Allahummanshuuril Isalama wal muslimeen,
Allahummanshuril adduatu wal mujahideen fi kulli makaan,
Allahummanshuril mujahideen fi Filisteen, fi Iraq, fi Afghan, fi Sheeshan, fi Kashmir, fi Thailand, fi Philipines, fi Malaysia, fi kulli makaan wa fi kulli zamaan wa fi kulli haal.

Allahumma zuqna syahadah.....

27 November 2010

Puisi Hati

Kala itu ku duduk sendiri,
Memuhasabah diri selama dijadi,
Mencari kekuatan dalam mendaki,
Agar tak jatuh di jurang sepi,
Tidak menjadi makhluk keji,

Diri terpanggil untuk merenung,
Adakah engkau dah cukup penampung,
Nanti akan pulang ke kampung,
Bertemu Robb ku yang Maha Agung,
Miliki syurga tiada terhitung,

Renung juga kelemahan diri,
Buat tangkal penguat jati,
Agar yg busuk dihambat pergi,
Agar yg harum makin ditanami,
Buat mengharum taman duniawi.

Andai cuma merenung diri,
Bagai bunga kembang tak jadi,
Amal perlu ditambah lagi,
Kerna ia benih di sini,
Sehingga akhirat bertemu Ilahi.

Merenung Perjalanan (AAM, BI, 22-11-2010,0005)

11 November 2010

Mohon maaf kerana sudah lama tinggalkan aktiviti menulis...

Alhamdulillah, Allahu Akhbar walillahilhamd

Hari ini, alhamdulillah aku kembali memetik keyboard komputer ku untuk menulis di sini. Walaupun memang selalu dan hari-hari aku petik keyboard ni, tapi bukan untuk menulis di sini tapi untuk tujuan bisnes, dakwah dll. Namun, hari ini insyaAllah aku berkomitmen untuk memetik keyboard ini dan memasukkan agenda menulis kembali dalam jadual mingguan ku. InsyaAllah.

Tulisan ku yang terakhir adalah pada malam-malan terakhir bulan Ramadhan dulu. MasyaAllah dah lama, dah berjanggut pun kalau nak dikira lama. Selepas daripada tulisan itu, inilah pula aku menulis lagi di sini. Mudah-mudahan istiqamah terus....

06 September 2010

Detik-Detik Terakhir

Bismillah walhamdulillah, as-sholatu wassalamu 'ala Rasulillah...

Amma ba'du.

Malam ini adalah malam ke 28 bagi bulan Ramadhan ini. Sudah hampir sampai ke penghujungnya. Ya, ramadhan hampir sampai ke penghujungnya. Begitu singkat dan pantas sekali putarannya untuk mengakhiri pusingannya buat tahun ini.

Aku jadi terkilan, kerana begitu lemahnya diriku untuk menghiburkan mu wahai Ramadhan. Engkau yang dihiasi Allah Jalla wa 'Ala dengan pelbagai kecantikan dan kelebihan, namun aku yang hina ini begitu sombong terhadap mu. Ya Allah, ampuni segala kelalaian hamba Mu ini yang telah berlaku sombong terhadap ramadhan pemberian Mu.
________________________________________________

Hari ini, aku diserang sakit kepala. Sakit kepala dikeranakan tekanan darah rendah. Hahaha...sudah lama tidak datang penyakit yang satu ini, kira-kira 8 bulan lepas yang paling akhir. Mungkin ada perancangan daripada Dia untukku dengan memberikan penyakit ini.

Dengan beberapa tanggungjawab yang masih belum aku laksanankan, tentunya ia amat menghambat perancangan ku. Namun begitulah Maha Suci Allah, inilah masa yang diberikan-Nya kepada ku untuk aku bermuhasabah.

Fikiran ku melayang kepada hari-hari terakhir bulan syaa'ban. Aku telah menanamkan beberapa azam buat diriku di ramadhan kali ini. I'tikaf di masjid setiap malam dalam bulan ramadhan (hanya berjaya ku lakukan 18 mlam sahaja, yang lainnya aku lalaikan....ya Allah inilah aku hamba Mu yang lemah), tilawah al-Quran setiap hari 2 juzu ; 1 juzuk bacaan dan 1 juzuk dalam solat (alhamdulillah dibuat, namun berkualitikah?), bermanis muka dengan seluruh muslimin yang ku jumpai dan ada beberapa lagi yang aku azamkan yang ku rasakan tidak begitu penting untuk aku ungkapkan di sini.

Persoalan yang lebih penting daripada itu, apakah ibroh yang dapat aku peroleh ketika mana aku berjalan di bulan yang sungguh sangat mulia ini? Masih belum cukupkah dalil-dalil daripada al-Quran dan daripada hadith berkenaan keutamaannya, keistimewaannya, keberkatannya, kerahmatannya dan pelbagai lagi tawaran yang ada di dalamnya.

Dalam hampir sebulan, aku lihat bagaimana ikhwah dan akhowat dakwah tidak berkurang militansinya dalam dakwah, masih tegar turun ke medan untuk membangun dan membina darah-darah baru dalam dakwah. Ada yang turun ke selatan, ada yang naik ke utara, dan tentunya tidak kurang pergerakan di kawasan 'centre' dakwah. Tiada keluhan yang ku dapati daripada mereka. Melainkan kegembiraan dan obses terhadap perkembangan dakwah yang semakin hari semakin berkembang pesat. Manakan tidak, hampir setiap medan yang diterjuni menunjukkan percambahan benih dakwah yang ditugal.

(alamak dah nak dekat jam 2330, aku kena ke masjid dulu untuk i'tikaf ok lah....)

22 June 2010

Peristiwa Di Subuh Hari


(Khusus Untuk Para Isteri Pendakwah)



Apakah yang akan anti lakukan apabila pada awal pagi zauj (suami) anti baru tiba di rumah dengan wajah yang kuyu? Anti akan pura-pura tidak mendengar ketukan pintunya dan meneruskan mimpi-mimpi yang sedang anti nikmati?

Atau anti akan berlari-lari ke muka pintu, menjawab salam dengan bersemangat dan memberikan senyuman manis seraya menyapa : "Cepat masuk Bang, sejuk tu angin diluar, nanti ayang buatkan minuman panas untuk abang, biar panas dan segar sikit tubuh nanti.."

Para suami yang telah bekerja seharian demi memenuhi keperluan nafkah isteri dan keluarga, dan ditambah lagi dengan tugas-tugas dakwah yang ada pada malam itu (halaqoh, ta'lim, syuro dll sbgnya) harus ditunaikan sehingga dia pulang awal pagi, sambutan zaujah (isteri) yang penuh deraian senyum barangkali menjadi harapan. Betapa kecewa seorang zauj, yang pulang menembus kedinginan malam, disulami salakan anjing-anjing penjaga rumah serta rasa kantuk yang memberat di kepala, tiba-tiba dihadapan pintu dihadang pula kedinginan sikap, kurang mesranya sambutan, atau dengkuran sang zaujah.

Sungguh, zaujati (isteri ku) seorang zaujah yang baik. Dia pada malam itu, sebagaimana selalunya yang berlaku dalam kehidupan, aku pulang larut malam. Dia (zaujati) membuka pintu rumah dengan hati-hati agar tidak mengejutkan bayi kami yang baru umurnya empat bulan, Izzuddeen. Akan dia ucapkan salam sebelum aku mengucapkannya. Dicium tangan ku sebelum aku habis membalas salamnya. Diambilnya sepatu ku dan diletakkannya di rak lalu dirangkulnya beg sandang yang menemani ku seharian ini. Disediakan minuman untuk ku sebelum aku memintanya. Dan dia tahu minuman apa yang menjadi kesukaan ku apabila pulang lewat malam.

"Letih bang? Tentu banyak tugas yang mesti diselesaikan hari ini. Ini susu hangat untuk abang, abang nak air panas untuk mandi?"

Aku tersenyum melihatnya. Ku balas "Jazakillahi khairan. MasyaAllah, tentu ayang sibuk hari ini; memasak, mencuci, mengemas, mengasuh anak dan harus menulis pula. Cukup dengan mengingat itu semua, lelah abang hilang sudah".

Kata-kata pujian ku untuk zaujati tercinta, yang selalu terbangun kerana membukakan ku pintu, rela mengorbankan kantuk dan letih untuk menyediakan aku minuman dan air hangat untuk mandi. Mudah-mudahan dengan sedikit pujian yang tidak membantu apa-apa, akan membangkitkan lagi kasih-sayang, rasa setia dan keinginannya untuk terus berjuang di jalan di mana aku menapak sekarang, jalan dakwah. Selalu ku ucapkan kata-kata itu pada momen yang sama. Mudah-mudahan dia tidak bosan mendengarkannya.

"Ayang hanya memikir dan mengurus anak yang satu, sedang abang memikir dan mengurus ummat yang sejuta, dengan aneka asam dan garam. Tentulah ayang yang harus membantu abang".

"Alhamdulillah, abang bersyukur pada Allah kerana dikurniakan zaujah seperti ayang".

"Alhamdulillah, kebahagiaan dan kemuliaan yang besar bagi ayang kerana bersuamikan abang".

"Bagaimana dengan Izzuddeen? Sudahkan baik demamnya? Bagaimana dia sekarang?".

"Alhamdulillah, sudah kebah (baik) demamnya, sudah kembali menyusu dia. Alhamdulillah, sudah senyum meleret pada umminya. Dia tidur awal malam ni. Mungkin ayang perlu memperhatikan dia dengan lebih lagi, maafkan ayang..! ".

"Jazakillahi khairan. Mungkin abang yang harus perlu memerhatikan tugas abang agar tersisa lebih waktu untuk abang membantu ayang menguruskan hal rumah dan melayani Izzuddeen. Itu tetap tanggungjawab abang sebagai zauj".

"Tak mengapa bang. Tetaplah abang pada tugas yang abang pikul. Janganlah kendur atau surut sedikitpun. Tugasan di rumah dan mengurus Izzuddeen, janganlah mengganggu konsentrasi abang terhadap dakwah. InsyaAllah, akan ayang urus dan didik dengan lebih tekun lagi".

"Betapa mudah kita melakukan pengorbanan, namun agak sulit kita mengukur keseimbangan".

"Ayang sentiasa bermohon kepada Allah, agar kita diberi kemenangan dan kemudahan dalam mengurus ummat dan keluarga".

Aku kemudiannya melemparkan senyuman yang paling manis untuk dia. Agar terubat letih dan kantuknya. Agar tambah semangat padanya untuk berkhidmat pada Allah, Rasul dan suaminya. Meneguk minuman, bangkit berwudhu' dan sholat witir tiga rakaat.

Suara kokokan ayam sesekali menembus kepekatan dini hari. Berapa orang zaujah-kah yang senantiasa menerima kehadiran suaminya pada waktu sebegini? Berapa banyak daripada mereka yang sanggup mengusir kantuk, dan bergerak lincah ke muka pintu? Berapa orangkah yang masih menguntumkan senyum pada zauj mereka kala dini hari berangkat meninggalkan malam?

Dan kadang kala, aku juga tertanya-tanya, berapa orang zauj-kah yang melayani zaujahnya seperti ini?

Dakwah sesungguhnya memerlukan pengertian, pengorbanan dan kesabaran.

Ya Allah, berikanlah kepada kami kesempatan untuk istiqomah pada jalan-Mu.......

31 May 2010

Pejuang Takkan Pernah Berundur Dari Medan Juang...

Assalamua'laikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Hari ini, tentera haram Israel la'natullah telah mula menyerang kapal-kapal bantuan kemanusiaan di perairan antarabangsa 150 kilometer daripada pantai Gaza. Antara kapal yang diserang oleh tentera khinzir dan kera ini adalah kapal Freedom Flotilla yang mengakibatkan 16 orang (setakat jam 1700) syahid dan 30 orang yang lainnya cedera. Selain itu kapal Marmara Mavi juga telah diserang yang mengakibatkan 3 orang (setakat jam 1700) syahid dan terdapat juga mangsa yang teredera. 4 buah kapal lain juga turut diserang oleh kapal-kapal perang, helikopter-helikopter tentera khinzir dan kera tersebut. Salah seorang yang turut tercedera adalah Syeikh Raed Shalah, salah seorang ulama' Palestin dan menjadi salah seorang aktivis yang menaiki kapal misi bantuan kemanusiaan tersebut.

Ikhwati Ilallah,
Pada hari ini, sudah terlalu jelas para kuffar terutamanya Yahudi Zionis la'natullah ini mengisytiharkan perang terhadap seluruh dunia. Dengan mereka menyerang kapal bantuan kemanusiaan yang dinaiki oleh aktivis-aktivis dari seluruh dunia, maka mereka ingin mengatakan bahawa mereka tidak takut terhadap tindakan yang akan dikenakan ke atas mereka. Inilah sikap yang telah berkali-kali disebutkan dalam Al-Quran, Hadith dan siroh berkenaan perangai buruk dan keji Yahudi Zionis ini.

Akheel Kareem,
Sekarang bukan masanya untuk kita berpangku tangan, sekarang bukan masanya untuk kita sekadar meratap sedih akibat serangan brutal daripada tentera khinzir dan kera itu, sekarang bukan masanya untuk kita sibuk berbalah siapa legal siapa tidak, siapa benar siapa tidak, siapa ikut sunnah siapa tidak, siapa lebih kuat connectionnya dengan IM atau sebagainya. Tetapi, inilah masanya untuk kita bangkit kembali menghidupkan roh seruan boikot kita yang sekarang kelihatannya semakin malap. Bagi yang masih belum sedar dan baru tesedar, gunakanlah segala keupayaan yang kalian miliki, kewangan, IT, penulisan, puisi, dan pelbagai kebolehan kalian untuk sama-sama kitamenghancurkan kekuatan kaum khinzir dan kera itu. Bagi mereka yang telah lama istiqamah dalam usaha menelanjangi kejahatan Yahudi Zionis kepada masyarakat, aku ucapkan Barokallahu lakuum, tetaplah kalian istiqamah, sabar dan tsabat atas usaha kalian menerangkan kepada masyarakat tentang Boikot dan sebagainya, bahkan keluarkanlah potensi kalian yang optimum atas segala usaha yang kalian lakukan. Mudah-mudahan itu menjadi modal kalian untuk bertemu Allah, saat Allah SWT bertanya apakah usaha kalian untuk membantu saudara-saudara kalian yag dizalimi, maka insyaAllah dengan izin-Nya dapat kita tunjukkan usaha kecil kita ini sebagai bukti kepada Allah.

Ikhwatul Kiram,
Sekarang, marilah kita bersama, kembali bergerak, menyebarkan risalah, menyebarkan poster, flyers, dan apa saja berkenaan gerakan memboikot barangan keluaran Israel, atau barangan keluaran syarikat yang menyokong dan membantu Israel. Ini kerana sebahagian masyarakat kita masih belum tahu dan belum sedar akan hal ini. Mereka tidak pernah diberitahu, atau tidak pernah diterangkan atau minimal diperingatkan tentang masalah boikot barangan yahudi dan penyokong mereka. Di sini aku lampirkan poster boikot untuk sama-sama kita sebarluaskan.



27 May 2010

Peristiwa Minggu Lepas

Assalamua'laikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Alhamdulillah, Allah masih lagi memberikan kepada kita kesihatan dan masa lapang. Untuk kita manfaatkannya selama masih lagi menjadi rezeki kita. Bila tidak nanti, insyaAllah akan Allah kirakan kesihatan dan waktu lapang yang telah kita gunakan untuk kebaikan.

Pada minggu lepas, aku tak banyak senyum. Sama ada aku pergi untuk training di Gopeng, atau aku bergerak ke mana-mana. Orang-orang disekitar ku tertanya-tanya kenapa aku begitu? Adakah aku sakit, atau terjadi apa-apa yang tak diingini, atau penurunan iman, atau...atau...atau...

Minggu lepas juga, 2 kali waktu subuh tidak aku berjemaah di masjid. Bukan kerana tidak sedar, bukan kerana malas (nauzubillah), bukan kerana tidur balik selepas tahajud. Ini mencetuskan kerisauan di benak murobiku. Walau tidak dia nyatakan secara terus kepada ku, tapi aku dapat merasakannya kerana dalam setiap perkataannya disampaikan penekanan terhadap solat subuh berjamaah...solat subuh berjamaah...solat subuh berjamaah...




Semua yang berlaku kerana sakit kepala....Ya sakit kepala. Aku pada minggu lepas diserang sakit kepala bertalu-talu. Kebanyakannya pada waktu subuh. Sebab itu aku solat di rumah saja. Tak larat rasanya untuk aku menapak ke masjid.

Oh ya, ikhwah-ikhwah se-halaqah denganku pun merasa hairan dan pelik dengan aku waktu halaqah lepas. Bukan aku tak perasan, tapi sakit kepala lebih perlu untuk aku melayannya. Terasa habis tenaga ku untuk menahan sakit kepala yang hinggap ketimbang bercanda ria dengan ikhwah-ikhwah. Sehingga ada seorang ikhwah bertanya kepada ku, lalu ku khabarkan akan perihal diri ku, maka faham lah dia akan situasi ku. Dia menambah, antum tidur malam tuh dalam keadaan masam. Err..waktu halaqah ker? Ana tak tidur, cuma bersandar sambil menikmati sakit kepala sedaya yang bisa kerana mungkin itu sakit kepala ku yang terakhir dan selepas ini tiada lagi sakit kepala. Siapa tahu?

Minggu lepas juga aku disibukkan dengan pelbagai aktiviti yang aku rasa hmmmm....sangat banyak makan masa yang aku ada..tenaga juga. Dengan lawatan kawan-kawan tunas mekar daripada Kedah, sehinggalah projek 'tea compose', survey lokasi marketing dan study lokasi... wuuh....bisa pancit gue...





Apa pun semua itu dah berlalu. Pada minggu ini, aku kembali normal. Kembali dengan senyum ku yang lebar sampai ke telinga. senyum untuk ikhwah-ikhwah dan muslimin-muslimin sekalian. Alhamdulillah aku kembali menikmati keadaan asal ku dan aku akan merindui saat-saat aku dilawat oleh sang sakit kepala.

Alamak..sakit kepala balik ker...?

19 May 2010

Luahan Hati....

Assalamua'laikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Innalhamdulillah, nahmaduhu, wanasta'inuhu, wa nastaghfiruhu.

Pada minggu ini, aku banyak memerhatikan/memuhasabah/mengoreksi perjalanan ku dalam dakwah dan jihad ini. Dalam perjalanan ku untuk mencari redha Allah S.W.T, dalam perjalanan mengikuti jalan Rasulullah s.a.w, dalam menyambung mata rantai para sahabat nabi radhiyallahu anhum ajmain, dalam mendukung perjuangan para mujahideen yang mulia dan suci, terdahulu dan sekarang, banyak perkara-perkara yang menyebabkan kita sakit, dipandang 'skeptik', bahkan dikata-katai dengan kata-kata yang menyakitkan. Kerana sang dai ituakan menjadi perhatian orang lain. Mungkin kerana sarannya, mungkin kerana kritiknya, mungkin kerana amalnya dan kerana apa-apa sahaja.




Lagi pula, dalam perjalanan kita untuk memperbetulkan diri dan orang yang bersama-sama dalam soff dakwah, maka tidak sedikit cabaran yang akan kita hadapi.

Awal minggu ini, aku menegur ikhwah-ikhwah ku yang ber'blog'. Teguran ku berkisar tentang tindakan sesetengah daripada ikhwah dan akhowat yang mengomentari blog orang lain. Bagi komen yang membina, alhamdulillah aku ucapkan syukur pada Allah kerana firmannya itu telah berlaku :
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung".
(QS 3 : 104)

Namun ada segelintir daripadanya memberikan komen-komen yang bagi diri ku yang jahil ini tidak perlu dan tidak membina. Komen yang tidak memberikan manfaat, tidak menyebabkan peningkatan ilmu, peningkatan iman, dan ghiroh untuk beramal. Bahkan mungkin menimbulkan keburukan yang banyak. Antaranya perasaan bangga diri, takjub dengan karya yang dihasilkan, dan yang paling bahaya adalah tidak terjaganya hati dalam hal tersebut. Seorang ikhwah yang berkarya lalu dipuji semata-mata oleh seorang akhowat, maka siapakah yang boleh memastikan bahawa hati kedua-dua orang tersebut terjaga? Atau siapakah yang oleh memastikan hati orang yang membaca komen itu bebas daripada tuduhan-tuduhan atau sekurang-kurangnya sangkaan-sangkaan yang tidak baik.

Astaghfirullah al aziim

Sungguh aku tidak akan redho dengan perbuatan itu yang aku fahami akan menumbuhkan fitnah bagi dakwah dan tentunya bagi orang-orang yang terlibat. Maka aku tegur, aku lantunkan logik atas teguran ku, juga nash-nash yang ku dapati daripada Al-Quran dan hadith. Ketika aku kemukakannya, alhamdulillah, ikhwah-ikhwah tidak kurang juga yang bersetuju atas kritik ku terhadap mereka yang terlibat. Bahkan ditambah pula dengan dalil-dalil dan huraian atas dalil dalil tersebut.

Ikhwati ilallah, sungguh pujian itu tidak memberikan kepada kita sebarang kelebihan atau kebaikan. Bahkan kerana pujian lah banyak orang yang kecundang, banyak yang ketika dipujinya terbang dan akhirnya terhempas kerana pujian yang tinggi kepadanya. Rasulullah s.a.w ada mengatakan bahawa pujian kepada orang itu adalah sembelihan leher kepada orang yang dipuji.

Maka ikhwah fillah, mari kita kurangkan bahkan padamkan perkara-perkara yang tidak memberikan manfaat. Apatah lagi perkara yang menimbulkan mudharat kepada dakwah dan diri kita. Marilah kita kembali membersihkan hati, menata kembali perjalanan hati kita. Agar perjalanan yang payah dan panjang yang kita tempuhi ini tidak menjadi amal yang sia-sia. Dan yang paling kita khuatiri adalah akibat daripada hati yang bercampur baur itu, kita akan terpintal keluar daripada seleksi Allah Jalla wa Ala terhadap orang-orang yang layak dan dipilih oleh-Nya untuk berjuang pada jalan-Nya ini.

"YA ALLAH AKU BERLINDUNG KEPADA MU DARIPADA BISIKAN-BISIKAN HATI YANG TIDAK BAIK. JADIKANLAH AKU ORANG YANG PERTAMA YANG BERAMAL DENGAN APA YANG AKU SAMPAIKAN. BERIKANLAH AKU KEKUATAN UNTUK TERUS MEMBERIKAN PERINGATAN KEPADA KU DAN KEPADA ORANG LAIN.

YA ALLAH, BERSIHKANLAH AMAL-AMAL KAMI DARIPADA AMAL YANG TIDAK BERMANFAAT ".


Akhirnya, aku hidangkan puisi untuk sesiapa sahaja yang mengatakan dirinya cinta pada Allah.





Kalau Allah kita kenali,
Kasih-sayang dan peranan-Nya,
Kalau Allah kita fahami,
Keagungan dan kekuasaan-Nya,

Kalau Allah kita rasakan,
Betapa Dia sangat cintakan hamba-Nya,

Kita akan sanggup berjuang,
Sanggup mati kerana-Nya,
Kita akan sanggup berkorban,
Apa saja kerana-Nya,

Kalau Allah dikenali....

Cintailah Allah, Dia adalah segalanya,
Korbankanlah apa saja keranya-Nya,
Cintakan Allah cinta paling mahal,
Cintakan selain Allah cinta murahan,

Kalau Allah kita kenali,
Dia-lah segala-galanya,
Kalau Allah kita fahami,
Dia-lah pengurus seluruh keperluan kita,
Kalau kita faham,
Allah ini siapa sebenarnya,

Kita akan sanggup menerima ujian kerana-Nya,
Kita sanggup buat apa saja demi cinta pada-Nya,
Kita akan sanggup menerima ujian kerana-Nya,
Kita akan sanggup menderita demi cinta pada-Nya,


Cintailah Allah, Dia adalah segalanya,
Korbankanlah apa saja keranya-Nya,
Cintakan Allah cinta yang abadi,
Cintakan selain Allah cinta murahan,

Ya Allah terimalah cinta ku,
Ya Allah walau cinta ku tiada harga,
Hanya inilah yang ku mampu,
Mempersembahkannya kepada Mu..

Terimalah ya Allah.....